Thursday, March 22, 2018

Makan Melon Kuning, Tiga Warga Australia Meninggal


melon kuning sebabkan tiga orang meninggal
Melon kuning atau rock melon terkontaminasi bakteri listeria
menyebabkan tiga warga Australia meninggal dunia.

Tiga warga Australia  meninggal setelah memakan rock melon (cantaloupe) yang terkontaminasi bahkteri  monocytogenes listeria. Buah melon ini diduga diproduksi oleh kebun buah-buahan di New South Wales. Pejabat kesehatan setempat, Dr Vicky Sheppeard mengatakan kasus listeriosis mulai mulai sejak sebulan lalu. Ada 15 kasus yang didominasi oleh orang lanjut usia.

"Kami dapat mengkonfirmasikan bahwa 13 pasien dari 15 kasus listeriosis mengaku mengkonsumsi melon sebelum timbulnya penyakit mereka. Kami mengimbau, setiap orang yang rentan terhadap listeriosis harus membuang melon yang dibeli sebelum 1 Maret," ujar Dr Vicky Sheppeard dilansir dari news.sky.com.

Namun, untuk masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir karena Kementrian Pertanian menutup sementara impor rock melon dari Australia. Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat Indonesia.

“Petugas karantina akan melakukan penolakan dan pemusnahan di tempat apabila dijumpai pemasukan buah melon impor ini yang masuk melalui negara tetangga Singapura dan Malaysia,” ujar Banun di Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Gejala Listeriosis

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes , dr. H. M. Subuh, MPPM mengatakan bakteri listeria dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit,  lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare.  “Infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil,”  ujar dr. Subuh dikutip dari laman resmi depkes.go.id.

Listeriosis merupakan salah satu penyebab penyakit serius dengan tingkat kematian  sekitar 20-30 persen, terutama pada bayi yang baru lahir, infeksi listeria dapat menyebabkan kematian  25-50 persen.

Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja antara 3-70 hari pasca infeksi bakteri Listeria, rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Gejala umumnya, yaitu:
  • Demam,
  • Nyeri otot,
  • Disertai mual atau diare (kurang umum).
  • Infeksi dapat menyebar ke sistem saraf pusat (SSP) menyebakan sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang.
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bakteri Listeria dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak.
  • Pada wanita hamil muncul gejala seperti flu ringan. Namun, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, infeksi pada bayi yang baru lahir, atau bayi lahir mati.
  • Gejala juga biasanya muncul pada bayi baru lahir di minggu pertama kehidupan, tetapi juga dapat terjadi di kemudian hari. Gejala pada bayi baru lahir sering tidak terlihat, biasanya bayi demam dan tidak mau makan.

Penularan listeria

Penularan bakteri listeri dapat terjadi mulai dari  pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian. Penularan dapat terjadi pada produk susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang dimatangkan secara lunak).

Produk lain yang dapat menularkan bakteri ini  yaitu es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, semua jenis daging mentah, dan ikan mentah atau ikan asap.  “Penularan saat pengolahan itu biasanya terjadi jika alat masak yang digunakan terkontaminasi listeria,” kata dr. Subuh.

Lakukan Ini Untuk Pencegahan

Lakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk mencegah pencemaran bakteri listeria.
  • Bilas bahan mentah dengan air mengalir, seperti buah-buahan dan sayuran, sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak. Bahkan jika hasil tersebut sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu;
  • Gosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas;
  • Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, dan makanan siap-saji;
  • Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong, yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lainnya;
  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, dan saat akan makan.

“Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Namun makanan yang dimasak pada temperatur 75 derajat celsius dan disimpan dengan baik aman untuk dikonsumsi,” tutur dr. Subuh


Dia memaparkan bakteri Listeria monocytogenes merupakan bakteri gram positif yang bergerak menggunakan flagella. Penelitian menunjukkan 1-10% manusia mungkin memiliki bakteri listeria di ususnya. Bakteri ini ada di lingkungan sekitar, dapat ditemukan di tanah, kotoran hewan, dan pada pakan ternak yang berasal dari daun-daun hijau yang difermentasi.

Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, listeria sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bakteri ini juga tahan terhadap pembekuan dan tetap dapat tumbuh pada suhu 40 derajat celcius. Bakteri ini juga membentuk biofil yaitu lapisan lendir pada permukaan makanan. ()





Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.

1 komentar so far

This comment has been removed by the author.


EmoticonEmoticon