Monday, February 19, 2018

Suara Bising Picu Gagal Jantung dan Stroke

Suara Bising Picu Gagal Jantung dan Stroke
Tinggal di pinggir rel kereta api menyebabkan kebisingan konstan
yang akan mempengaruhi kesehatan seluruh anggota keluarga.


Memiliki tempat tinggal dibawah jalur penerbangan atau di pinggir rel kereta api dan jalan raya yang ramai akan membuat hari-hari sangat bising dan tidak nyaman. Sebuah penelitian membuktikan pilihan tempat tinggal mempengaruhi kesehatan jantung anggota keluarga Anda.

Dalam penelitian terbaru, Februari 2018,  dijelaskan bahwa polusi suara tidak hanya berkaitan dengan gangguan, stres, gangguan tidur, dan gangguan kinerja kognitif. Namun polusi suara juga memicu masalah kardiovaskular serius seperti hipertensi arterial, infark miokard (penyumbatan otot jantung), gagal jantung, dan stroke.

"Kebisingan bukan hanya menyebabkan gangguan, itu justru membuat kita sakit," kata penulis utama, Dr. Thomas Münzel kepada Newsweek seperti dilansir dari womenshealth.co.au.

Satu kali suara keras hantaman palu pada logam mungkin tidak akan mempengaruhi Anda, tapi paparan suara keras yang berlangsung secara konstan  akan memiliki dampak yang lama. Paparan suara diatas 60 desible dapat memicu stres dalam tubuh dan melepaskan hormon kortisol yang bisa merusak jantung.

Bukan hanya jantung Anda yang beresiko, lanjur Munzel, kebisingan yang berlangsung secara konstan juga dapat menyebabkan  diabetes tipe 2, depresi, dan gangguan kecemasan.


"Jumlah penduduk yang terapapar polusi suara akibat kebisingan transportasi semakin meningkat, karena itu sangat penting untuk membuat peraturan baru untuk mengurangi kebisingan demi kesehatan masyarakat,” ujarnya. (R)


Blog ini mengajikan berita dan analisis yang sesuai dengan kaidah jurnalisik. Ditulis dalam bentuk feature.


EmoticonEmoticon